Ringkasan kode wilayah administrasi pemerintahan Indonesia

Kode Wilayah Administrasi Pemerintahan

Penjelasan singkat tentang struktur kode wilayah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan yang digunakan di Indonesia.

Kode Wilayah Administrasi Pemerintahan adalah rangkaian angka dan titik yang menunjukkan identitas wilayah mulai dari tingkat provinsi sampai desa/kelurahan. Kode ini dipakai di berbagai sistem pemerintah, statistik, hingga pengelolaan layanan publik untuk memastikan setiap wilayah tercatat secara konsisten.

Secara umum, struktur kode wilayah dibagi menjadi empat tingkat: provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan. Setiap tingkat memiliki pola digit yang khas dan saling berhubungan.

1. Kode Wilayah Provinsi (2 digit angka)

Dua digit awal pada kode wilayah menunjukkan identitas provinsi.

Kode wilayah provinsi terdiri dari 2 digit angka. Digit-digit ini ditetapkan berdasarkan letak geografis kepulauan Indonesia dari barat ke timur dan urutan pembentukan provinsi.

  • Pulau Sumatra → diawali angka 1 atau 2
  • Pulau Jawa → diawali angka 3 atau 4
  • Bali & Nusa Tenggara → diawali angka 5
  • Kalimantan → diawali angka 6
  • Sulawesi → diawali angka 7
  • Maluku → diawali angka 8
  • Papua → diawali angka 9
Contoh:
Kode wilayah provinsi Jawa Barat = 32.
Kode wilayah provinsi DKI Jakarta = 31.

2. Kode Wilayah Kota dan Kabupaten (4 digit angka)

Dua digit pertama = provinsi, dua digit berikutnya = kota/kabupaten.

Kode wilayah kota/kabupaten berjumlah 4 digit. Dua digit pertama adalah kode provinsi, dua digit berikutnya adalah kode kota atau kabupaten.

  • Digit pertama untuk kota biasanya 7–9.
  • Digit pertama untuk kabupaten biasanya 0–6.
  • Dalam pemekaran wilayah, kota/kabupaten induk tetap mempertahankan kodenya, sedangkan pemekaran diberi kode urutan berikutnya.
Contoh:
Kode wilayah 33.22 adalah Kabupaten Semarang (33 = Jawa Tengah).
Kode wilayah 33.74 adalah Kota Semarang.
Contoh Arti
32.73 Kota Bandung di Provinsi Jawa Barat (32).
51.03 Kabupaten Badung di Provinsi Bali (51).

3. Kode Wilayah Kecamatan (6 digit angka)

Dua digit tambahan setelah titik kedua menunjukkan kecamatan.

Kode wilayah kecamatan berjumlah 6 digit. Polanya: PP.KK.CC (provinsi, kab/kota, kecamatan).

  • Dua digit pertama → kode provinsi.
  • Dua digit setelah titik pertama → kode kota/kabupaten.
  • Dua digit setelah titik kedua → kode kecamatan.
Contoh:
Kode wilayah 32.76.06 adalah Kecamatan Beji di Kota Depok (32.76), Jawa Barat.
Kode wilayah 32.76.11 adalah Kecamatan Bojongsari di Kota Depok.

4. Kode Wilayah Desa dan Kelurahan (10 digit angka)

Empat digit terakhir menunjukkan identitas desa atau kelurahan.

Kode wilayah desa/kelurahan berjumlah 10 digit dengan pola: PP.KK.CC.DDDD.

  • Dua digit pertama → provinsi.
  • Dua digit berikutnya → kota/kabupaten.
  • Dua digit berikutnya → kecamatan.
  • Empat digit terakhir → kode desa / kelurahan.

Digit pertama pada blok desa/kelurahan biasanya membedakan: 1 = kelurahan dan 2 = desa, sedangkan tiga digit berikutnya adalah nomor urutan desa/kelurahan di kecamatan tersebut.

Contoh:
Kode wilayah 32.73.02.1005 merupakan kode wilayah Kelurahan Sekeloa, di Kecamatan Coblong (32.73.02), Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat (32).
Catatan: Kode wilayah dapat berubah ketika terjadi pemekaran atau penggabungan daerah. Namun struktur digitnya (provinsi → kab/kota → kecamatan → desa/kelurahan) tetap mengikuti pola yang dijelaskan di atas.